Breaking

SELAMAT DATANG DI BLOG KNPI KALIDERES JAKARTA BARAT TELP :081293695578 - 088973047392 :081293595578

Selasa, 14 Juni 2016

Sejarah KNPI

1.1 Latar Belakang Masalah 

 Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di Indonesia, peran pemuda tidak 
dapat diabaikan begitu saja. Hal ini dapat kita ketahui dari sejak masa lahirnya 
Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang dipelopori oleh Wahidin 
Sudirohusodo, Soetomo, Cipto Mangunkusumo, sampai dengan diikrarkannya 
sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 oleh pemuda-pemuda dari seluruh 
tanah air yang tergabung dalam Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong 
Islamieten Bond, Jong Batak, dan Perkumpulan Pemuda Theosofi, melalui 
Kongres Pemuda II, yang kemudian kita peringati sebagai hari Sumpah Pemuda 
setiap tahun sampai saat ini. 
 Perjuangan pemuda melalui persatuan-persatuan pemuda di seluruh 
Indonesia ini tidak mengenal ras, warna kulit, suku, dan agama yang pada akhirnya 
membawa Indonesia pada kemerdekaan di Indonesia. Namun perjuangan para 
pemuda Indonesia tidak berhenti samapai disini saja. Setelah itu persoalan lain 
muncul untuk memecah belah bangsa Indonesia. Mulai dari jatuh bangunnya 
kabinet diawal-awal kemerdekaan sampai pada peristiwa DI/TII, dan juga 
peristiwa G 30 September 1965. Akan tetapi hal ini tidak membuat Indonesia ini 
berada pada ambang perpecahan, karena masalah-masalah itu dapat diatasi berkat 
bantuan dari pemuda-pemuda bangsa yang berjiwa nasionalis. 
 Oleh karena itu untuk meningkatkan kreativitas dan potensi para pemuda 
ini maka pemerintah Indonesia tetap memberikan kebebasan bagi pemuda-pemuda 
Universitas Sumatera Utara
bangsa ini untuk berkumpul dan membentuk suatu organisasi 
1)
Salah satu diantara organisasi-organisasi pemuda yang ada di Indonesia 
adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ). KNPI lahir pada tanggal 23 
Juli 1973. Proses lahirnya KNPI ditandai dengan ? Deklarasi Pemuda Indonesia ? 
yang menyatukan tentang hasrat pemuda Indonesia untuk lebih bersatu dan 
berpartisipasi dalam kehidupan bangsa Indonesia 
 yang bersifat 
positif dan tidak menyimpang dari ideologi bangsa Indonesia. Dengan kata lain 
organisasi menjadi tempat berkumpulnya sekelompok orang dan saling bekerja 
sama dan tergantung antara satu dengan yang lainnya dengan melakukan kegiatan-
kegiatan sehingga dapat terwujudnya suatu tujuan yang telah disepakati. 
Pada umumnya pendiri dan anggota organisasi-organisasi yang ada di 
Indonesia kebanyakan dari pemuda-pemuda yang memiliki intelektualitas dan 
kreativitas yang tinggi. Pemuda-pemuda ini merupakan aset yang besar dan 
potensial di dalam mewujudkan cita-cita bangsa untuk mencapai Indonesia yang 
makmur dan sentosa. Untuk itulah pemuda-pemuda ini berkumpul dan bersatu di 
dalam suatu organisasi untuk memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa. 
2)
                                                
 
1)
 Organisasi adalah sebagai suatu wadah ( wahana ) kegiatan daripada orang yang 
bekerjasama dalam usahanya untuk mencapai tujuan. Dalam wadah ini akan jelas pembagian tugas, 
wewenang, tanggung jawab, hubungan dan tata kerjanya. Soewarno Handayaningrat, Ilmu 
Administrasi dan Manajemen, Jakarta: Gunung Agung, 1982, hlm. 42. Untuk lebih jelas lihat pasal 
28 UUD 1945. 
2)
Joni Koto,dkk, 30 Tahun KNPI Mengabdi di Sumatera Utara, Medan : CV. Pilar, 2003, 
hlm. 39 
. Berdirinya KNPI di Indonesia 
dimotori oleh Midian sirait dan para pimpinan organisasi pemuda / mahasiswa 
melalui seminar atau pertemuan-pertemuan yang dilakukan di Jakarta sejak bulan 
Mei 1973. Ada pun tujuan KNPI sebagai organisasi kepemudaan adalah sebagai 
pembinaan dan pengembangan generasi muda. KNPI di Sumatera Utara baru lahir 
setahun kemudian yaitu pada tanggal 24 September 1974. Hal ini dikarenakan 
Universitas Sumatera Utara
KNPI sendiri sulit untuk menentukan siapa figur ketua yang pertama di daerah 
yang masyarakatnya dikenal secara majemuk 
3)
Organisasi KNPI menjadi satu-satunya wadah bagi satuan-satuan 
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda ( OKP ) atau Organisasi Masyarakat ( 
ORMAS ) yang ada di Indonesia. Posisi KNPI sangat strategis karena menjadi 
induk dari sejumlah OKP dan Ormas tersebut. Maka segala kegiatan dan 
pengenalan OKP dan Ormas tidak luput dari pantauan KNPI 
. Akhirnya dipilihlah Bomer 
Pasaribu sebagai ketua KNPI yang pertama di Sumatera Utara. Dengan demikian 
KNPI yang ada di Sumatera Utara merupakan cabang dari KNPI Pusat. 
4)
Sesuai dengan uraian di atas, maka penulis memilih judul ? Sejarah dan 
Perkembangan KNPI Medan ( 1974-1990 ) ?. Alasan pembatasan tahun dari 
mulai 1974 sampai dengan 1990. Pemilihan awal tahun 1974 karena KNPI 
pertama kali di bentuk di Sumatera Utara dan berakhir di tahun 1990 karena pada 
tahun ini kinerja KNPI sebagai organisasi mulai menurun. Penulis merasa tertarik 
untuk memilih judul di atas karena penulis ingin memahami lebih dalam tentang 
. Hal ini dilakukan 
agar OKP dan ormas yang ada tidak melenceng dan menyimpang dari ideologi 
yang ada di Indonesia, karena ada ketakutan dari rezim yang berkuasa pada masa 
itu yaitu rezim Orde Baru atas terulangnya peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa 
kepemimpinan Orde Lama seperti peristiwa DI/TII, peristiwa G 30 September 
1965 dan sebagainya. Dengan kata lain bahwa KNPI lahir melalui Deklarasi 
Pemuda Indonesia di Jakarta merupakan organisasi yang tumbuh atas inisiatif 
rezim Orde Baru. KNPI menjadi motor dari serangkaian program -  program 
kepemudaan dan kemasyarakatan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  
                                                
3)
 Ibid., hlm 52 
4)
 Ibid., hlm 41 
Universitas Sumatera Utara
proses berdirinya KNPI di Sumatera Utara. Di samping itu, penulis menganggap 
tidak begitu banyak masyarakat yang mengenal organisasi kepemudaan ini 
walaupun telah hadir di Sumatera Utara sejak 24 September 1974. Selain itu, 
karena KNPI Sumatera Utara adalah sebagai wadah tunggal tempat berhimpunnya 
bermacam-macam OKP dan Ormas yang ada di Sumatera Utara telah berhasil 
menciptakan situasi dan suasana yang kondusif di Sumatera Utara. 
KNPI sebagai wadah berhimpun organisasi kemasyarakatan pemuda pada 
dasarnya adalah organisasi kader, sebab para tokoh yang dipilih dan duduk dalam 
kepengurusan KNPI adalah para kader-kader OKP yang dipandang cukup handal 
dan berkualitas oleh masing-masing OKP-nya. Kader-kader KNPI tidak perlu 
diragukan lagi, karena kader KNPI juga merupakan kader-kader organisasi 
kemasyarakatan pemuda 
5)
1.2 Rumusan Masalah 
. 
 
Melihat latar belakang yang sudah diungkapkan penulis di atas maka untuk 
mencegah terjadinya suatu penyimpangan dalam pembahasan maka perlu dibuat 
suatu batasan masalah. Pembatasan masalah ini ditujukan agar penulis di dalam 
melakukan penelitian menjadi lebih terarah. 
Adapun pokok permasalahan yang akan dibahas adalah :  
1. Sejarah berdirinya KNPI di Sumatera Utara. 
2. Bagaimana perkembangan KNPI di Sumatera Utara dan mengapa 
kemudian KNPI di Sumatera Utara mengalami kemunduran  
 
                                                
5)
 Ibid., hlm. 85 
Universitas Sumatera Utara
1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian 
 Penelitian ini memiliki tujuan yang akan dipaparkan penulis, antara lain : 
1. Untuk memahami tentang bagaimana sejarah terbentuknya KNPI Medan 
2. Untuk lebih memahami  perkembangan KNPI di Medan  
Adapun manfaat dari tulisan ini yaitu : 
1. Untuk mengenalkan kepada masyarakat Medan tentang  terbentuknya 
KNPI di Medan 
2. Untuk menambah pemahaman penulis tentang organisasi kepemudaan. 
3. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan penulis secara lebih 
mendalam lagi mengenai keberadaan KNPI di Sumatera Utara. 
 
1.4 Tinjauan Pustaka 
 Di dalam melakukan penelitian, permasalahan yang akan dibahas tentu 
harus mempergunakan sumber bacaan berupa buku-buku, arsip, dokumen dan lain 
sebagainya yang didapat dari perpustakaan yang berkaitan dengan penelitian. 
 Adapun buku yang digunakan penulis adalah tulisan dari Drs. Joni Koto, 
dkk.  berjudul ? 30 tahun KNPI mengabdi di Sumatera Utara ?. Buku ini di tulis 
oleh aktivis KNPI yang menceritakan tentang proses terbentuknya KNPI di 
Sumatera Utara dari masa ke masa hingga pada masa sekarang. Dalam buku ini 
dijelaskan tentang bagaimana pengabdian KNPI bagi pembentukan pemuda dan 
OKP dan Ormas yang ada di Sumatera Utara. Walaupun buku ini ditulis oleh para 
aktivis KNPI sendiri akan tetapi isi buku ini saya nilai cukup objektif karena tidak 
hanya menceritakan tentang kebaikan-kebaikan dalam KNPI tapi menceritakan 
Universitas Sumatera Utara
tentang kelemahan-kelemahan KNPI pada masa rezim orde baru masih berjaya di 
Indonesia.  
 Selain itu dalam buku ini juga diceritakan, partisipasi kader-kader yang 
berasal dari daerah-daerah yang ada di Sumatera Utara, seperti Medan, Binjai, 
Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Asahan, Nias dan sebagainya.  
 Junita Ginting dalam Skripsinya yang berjudul ? Partisipasi KNPI Sebagai 
Organisasi Kepemudaan Dalam Pembangunan di Sumatera Utara ( 1974 ? 1988 ) 
?, dalam tulisan ini berbicara tentang partipasi dan strategi yang dilakukan oleh 
KNPI dalam pembentukan pemuda di Sumatera Utara. Program kerja yang 
dilakukan oleh KNPI adalah dalam bidang seni budaya, penghijauan, pariwisata, 
kewiraswastaan, olahraga, pendidikan kader, pendidikan, dan lain sebagainya.  
 Peranan KNPI dinilai berhasil dalam menciptakan pemuda-pemuda yang 
kreatif dan berjiwa nasional yang tinggi. Berbagai kegiatan-kegiatan terutama 
dalam bidang sosial membawa pemuda Kota Medan menjadi pemuda yang lebih 
perduli pada masyarakat Kota Medan dan memberikan sumbangsih yang cukup 
besar bagi eksistensi KNPI itu sendiri karena mendapat dukungan yang penuh dari 
pemerintah pusat. 
 Tulisan skripsi yang akan penulis perbuat ini juga menceritakan tentang 
proses berdirinya KNPI di Kota Medan, akan tetapi berbeda dengan skripsi yang 
telah ada tersebut, hal ini dikarenakan pokok permasalahan yang akan dibahas 
berbeda.   
 
 
1.5 Metode Penelitian 
Universitas Sumatera Utara
 Penulisan adalah akhir dari suatu penelitian ilmiah yang dilakukan, setiap 
penulisan sejarah harus dapat diakui dan dipertanggungjawabkan kebenaran 
faktanya melalui metode yang dipakai. Di dalam suatu penelitian harus ada 
masalah yang akan dibahas dengan cara memberikan jawaban-jawaban.  
 Adapun metode penelitian yang dipergunakan penulis dalam melakukan 
penelitian adalah metode penelitian sejarah dengan tahap-tahap sebagai berikut : 
1. Heuristik adalah merupakan metode yang dilakukan penulis untuk 
mengumpulkan sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian ini. Dalam 
pengumpulan sumber-sumber data ini penulis memakai beberapa tahapan yaitu 
6)
a. Penelitian Kepustakaan ( library research ), penelitian ini adalah 
mengumpulkan data melalui buku-buku, dokumen, arsip, atau 
laporan penelitian yang memiliki  relevansi  dengan organisasi 
KNPI Medan.  
 : 
b. Penelitian lapangan ( field research ), pada metode ini penulis 
melakukan wawancara kepada orang-orang atau tokoh-tokoh yang 
mengetahui dan memahami dengan baik tentang sejarah dan 
perkembangan KNPI Medan. Adapun orang atau tokoh yang akan 
penulis wawancarai yang dapat membantu penulis dalam penulisan 
adalah, Drs. Rusdin Gadjah, yang menjabat sekretaris KNPI 
Sumatera Utara, Syahdansyah Putra yang menjabat sebagai Ketua 
KNPI periode kedua dan juga sebagai salah seorang deklarator 
KNPI Kota Medan. Kedua informan ini akan membantu penulis 
                                                
6)
 Taufik Abdullah, Ilmu Sejarah dan Historiografi Arah dan Perspektif, Jakarta : PT 
Gramedia, 1984, hlm. xiii-xiv 
Universitas Sumatera Utara
dalam penelitian ini karena mereka mengetahui dengan baik 
tentang proses berdirinya KNPI sejak tahun 1974 sampai saat ini. 
      2.  Kritik, setelah sumber tersebut terkumpul maka penulis melakukan kritik 
terhadap sumber yang telah ada itu agar diperoleh sumber yang benar-benar 
dapat dipercaya. Ada dua hal yang dilakukan untuk menilai apakah sumber-
sumber yang telah diperoleh tersebut benar-benar orisinil atau tidak, yaitu 
kritik ekstern dan intern.  
 Kritik ekstern dilakukan dengan cara memeriksa secara teliti sumber-
sumber ittu dengan melihat bagian luar sumber tersebut, mulai dari kertas yang 
digunakan, bentuk tulisan, dan sebagainya. Melalui teknik ini maka kita akan 
mengetahui apakah sumber itu benar-benar orisinil atau tidak. Setelah 
dilakukannya kritik ekstern, kemudian penulis melakukan kritik intern terhadap 
sumber tersebut yaitu dengan cara melihat isi, bahasa yang digunakan, situasi 
jaman, dsb dari dokumen atau data tersebut. Apakah isinya dibuat berdasarkan 
fakta historis atau tidak dan kemudian diperbandingkan dengan dokumen atau data 
yang lain barulah kita mengetahui apakah data itu asli atau tidak. 
3.  Interpretasi, yaitu apabila sumber tersebut merupakan sumber yang benar-benar 
orisinil maka data-data tersebut diolah dan dikembangkan oleh penulis melalui 
konsep dan metode yang ada di dalam ilmu sejarah. 
4. Historiografi, adalah melakukan pengujian terhadap sumber dan sumber 
tersebut telah diuji kebenarannya secara ilmiah maka sebagai tahap akhir 
penulis menuangkannya ke dalam suatu bentuk penulisan sejarah. 
Universitas Sumatera Utara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menerima Pasang Iklan